Jadi Tersangka di Kasus Masjid Sriwijaya, Ini Peran Alex Noerdin

  • Whatsapp

OKUTIMURPOS.COM,PALEMBANG – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, resmi merilis tiga tersangka baru dalam penanganan perkara dugaan korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya Palembang tahun 2015-2017, Rabu (22/9) sore.

Yakni Alex Noerdin, Muddai Madang dan Laonma P Lumban Tobing. Dengan penambahan tiga tersangka tersebut, hingga saat ini sudah sembilan orang yang sebagian besar adalah mantan petinggi di lingkungan Pemprov Sumsel yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Bacaan Lainnya

Adapun peran ketiga tersangka berdasarkan rilis Kejagung RI, yang disampaikan Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman di hadapan awak media, Rabu (22/9) malam di Kejati Sumsel, yakni Alex Noerdin selaku Gubernur Sumsel telah menyetahui dan memerintahkan penganggaran dana hibah dan pencairan tanpa melalui proposal terlebih dahulu.

Sedangkan peran Mudai Madang, yakni penerima dana hibah yang seharusnya hanya untuk daerah Sumsel saja, namun diterimanya di luar Sumsel yang informasinya di rumah Mudai Madang di Jakarta.

Sementara, untuk peran Laonma L Tobing, yakni kala itu mencairkan dana hibah tidak sesuai proseduralnya selaku kepala BPKAD kala itu.

Sebagaiaman diketahui, alokasi dana pembangunan Masjid Sriwijaya itu menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2015 dan 2017 sebesar Rp 130 miliar.

Dana tersebut, diperuntukkan untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap. Akan tetapi dalam perjalanannya, penyidik mencium adanya kejanggalan yang terjadi.

Pasalnya, dalam penilaian fisik bangunan masjid tersebut, penyidik menduga tidak sesuai dengan prosedur serta nilai kontrak.

Dari data yang ada, empat tersangka dalam jilid pertama yakni  Eddy Hermanto mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya, Dwi Kridayani KSO PT Brantas Abipraya – Yodya Karya, Syarifudin Ketua Panitia Lelang Pembangunan Masjid, Yudi Arminto Projek Manager PT Brantas Abipraya, saat ini telah disidangkan dengan pembuktian perkara di Pengadilan Tipikor Palembang.

Pos terkait